Kurangnya
Motivasi Siswa dalam Belajar
untuk memotivasi para siswa, orang tua dan guru harus
terlebih dahulu mencari tahu penyebab kurangnya motivasi pada siswa. Karena
banyaknya penyebab yang mungkin terjadi dengan anak yang mungkin orang tua atau
gvuru tidak mengetahuinya karena kurangnya tasa terbuka anak tersebut. Baiknya
guru dan orang tua mengetahui penyebab kurangnya motivasi belajar anak agar
orang tua dan guru dapat dengan segera mengatasi hal tersebut.
- Rasa Rendah diri
Rasa rendah diri pada siswa memaksa mereka untuk
berhenti menerima tantangan. Bahkan jika siswa mencoba dan menyelesaikan
beberapa tugas, mereka diselimuti oleh banyak pola pemikiran negatif yang
menghalangi rasa percaya diri dalam kepribadian mereka. Mereka akan takut
mengerjakan sesuatu apabila mereka tidak memiliki tingkat kepercayaan diri yang
tinggi.
- Kurangnya kasih
sayang atau perhatian
Rumah adalah sekolah pertama untuk anak dan setiap
siswa mengharapkan banyak dukungan dan cinta dari orang tua. Jika orang tua
jauh dari anak-anak atau siswa dan mereka tidak menyadari apa yang anak mereka
lakukan, kemudian bahkan anak merasa diabaikan, orang tua bertanggung jawab
sebagai motivator terbesar. Karena kurangnya rasa kasih sayang atau perhatian
akan sangat mempengaruhi kurangnya motivasi belajar siswa.
- Tekanan akademik
Ini adalah fakta bahwa setiap siswa tidak mempunyai
talenta yang sama dan kemampuan mental lainnya. Setiap orang membutuhkan waktu
untuk belajar. Sementara banyak siswa mampu mengatasi tantangan berat dari
tekanan akademik dan melakukan kinerja yang baik, di sisi lain terdapat juga
yang tidak mampu menghadapai tekanan. Kinerja yang buruk menurunkan kepercayaan
diri siswa. Orangtua dan guru harus memastikan bahwa setiap siswa mengambil
bidang akademik yang memotivasi dia.
- Tertarik pada guru
Banyak guru memiliki kebiasaan selalu mendominasi
proses berpikir siswa dan bukannya mendorong rasa ingin tahu dan memberikan
siswa kebebasan untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka kepada guru.
Sikap guru dapat mendemotivasi anak-anak. Hal ini sangat lebih sering terjadi
dalam pendidikan seperti di Indonesia, siswa hanya berpikiran seperti robot
tanpa bisa mengeluarkan ide untuk berkreasi.
Tips untuk memotivasi siswa dalam belajar
Tidak ada yang bisa menjadi motivasi lebih baik untuk
siswa dari guru dan orang tua. Gejala depresi dan masalah lainnya tidak boleh
diabaikan dan masalah ini harus dibicarakan dengan siswa dengan perhatian
penuh. Jika siswa merasa nyaman maka masalah dapat diselesaikan dengan mudah.
Sekolah harus mengatur kegiatan motivasi bagi siswa, seperti permainan,
olahraga dan kompetisi, yang penting untuk pengembangan kepribadian siswa.
Adalah fakta bahwa seorang siswa yang tidak berkinerja
baik dalam studi dapat melakukan dengan sangat baik di dalam beberapa bidang
olahraga. Biarkan siswa mengeksplorasi bakat tersembunyi mereka. Para guru juga
dapat meletakkan kutipan tentang motivasi untuk siswa di papan pengumuman,
majalah sekolah dan bahkan memberikan siswa sebuah proyek di mana mereka
diharapkan untuk mengumpulkan berbagai kutipan motivasi. Kata-kata memiliki
kekuatan yang dapat mengubah siswa agar termotivasi sehingga membuat dia ingin
belajar.
Sangat penting bagi setiap orangtua untuk meningkatkan
motivasi belajar anak mereka. Berhenti mengabaikan studi anak dan mengerti
kebutuhannya untuk didengar. Kurangnya motivasi dapat dihilangkan jika orang
tua dan guru memahami anak dan mendukungnya untuk memecahkan pola pikir
negatifnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar