Sabtu, 31 Desember 2016

Kurangnya Motivasi Siswa dalam Belajar

Kurangnya Motivasi Siswa dalam Belajar

untuk memotivasi para siswa, orang tua dan guru harus terlebih dahulu mencari tahu penyebab kurangnya motivasi pada siswa. Karena banyaknya penyebab yang mungkin terjadi dengan anak yang mungkin orang tua atau gvuru tidak mengetahuinya karena kurangnya tasa terbuka anak tersebut. Baiknya guru dan orang tua mengetahui penyebab kurangnya motivasi belajar anak agar orang tua dan guru dapat dengan segera mengatasi hal tersebut.
  1. Rasa Rendah diri
Rasa rendah diri pada siswa memaksa mereka untuk berhenti menerima tantangan. Bahkan jika siswa mencoba dan menyelesaikan beberapa tugas, mereka diselimuti oleh banyak pola pemikiran negatif yang menghalangi rasa percaya diri dalam kepribadian mereka. Mereka akan takut mengerjakan sesuatu apabila mereka tidak memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi.
  1. Kurangnya kasih sayang atau perhatian
Rumah adalah sekolah pertama untuk anak dan setiap siswa mengharapkan banyak dukungan dan cinta dari orang tua. Jika orang tua jauh dari anak-anak atau siswa dan mereka tidak menyadari apa yang anak mereka lakukan, kemudian bahkan anak merasa diabaikan, orang tua bertanggung jawab sebagai motivator terbesar. Karena kurangnya rasa kasih sayang atau perhatian akan sangat mempengaruhi kurangnya motivasi belajar siswa.
  1. Tekanan akademik
Ini adalah fakta bahwa setiap siswa tidak mempunyai talenta yang sama dan kemampuan mental lainnya. Setiap orang membutuhkan waktu untuk belajar. Sementara banyak siswa mampu mengatasi tantangan berat dari tekanan akademik dan melakukan kinerja yang baik, di sisi lain terdapat juga yang tidak mampu menghadapai tekanan. Kinerja yang buruk menurunkan kepercayaan diri siswa. Orangtua dan guru harus memastikan bahwa setiap siswa mengambil bidang akademik yang memotivasi dia.
  1. Tertarik pada guru
Banyak guru memiliki kebiasaan selalu mendominasi proses berpikir siswa dan bukannya mendorong rasa ingin tahu dan memberikan siswa kebebasan untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka kepada guru. Sikap guru dapat mendemotivasi anak-anak. Hal ini sangat lebih sering terjadi dalam pendidikan seperti di Indonesia, siswa hanya berpikiran seperti robot tanpa bisa mengeluarkan ide untuk berkreasi.
Tips untuk memotivasi siswa dalam belajar
Tidak ada yang bisa menjadi motivasi lebih baik untuk siswa dari guru dan orang tua. Gejala depresi dan masalah lainnya tidak boleh diabaikan dan masalah ini harus dibicarakan dengan siswa dengan perhatian penuh. Jika siswa merasa nyaman maka masalah dapat diselesaikan dengan mudah. Sekolah harus mengatur kegiatan motivasi bagi siswa, seperti permainan, olahraga dan kompetisi, yang penting untuk pengembangan kepribadian siswa.
Adalah fakta bahwa seorang siswa yang tidak berkinerja baik dalam studi dapat melakukan dengan sangat baik di dalam beberapa bidang olahraga. Biarkan siswa mengeksplorasi bakat tersembunyi mereka. Para guru juga dapat meletakkan kutipan tentang motivasi untuk siswa di papan pengumuman, majalah sekolah dan bahkan memberikan siswa sebuah proyek di mana mereka diharapkan untuk mengumpulkan berbagai kutipan motivasi. Kata-kata memiliki kekuatan yang dapat mengubah siswa agar termotivasi sehingga membuat dia ingin belajar.

Sangat penting bagi setiap orangtua untuk meningkatkan motivasi belajar anak mereka. Berhenti mengabaikan studi anak dan mengerti kebutuhannya untuk didengar. Kurangnya motivasi dapat dihilangkan jika orang tua dan guru memahami anak dan mendukungnya untuk memecahkan pola pikir negatifnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar